Pada suatu saat ada orang bertanya kepada kita, “Mas ato Mbak, sekolah dimana sekarang?”. Lalu dengan mantap kita jawab, “STAN”. Lalu orang tersebut akan shock, kemudian kejang2, mengeluarkan busa dari mulutnya *ekstrim*. Yah, mungkin emang nggak nyampe segitunya. Tetapi kata2 STAN mungkin telah meracuni sebagian besar pikiran orang di Indonesia ini. Tapi bagi yg belum tau, apa sih STAN itu??sodaranya SeTAN ato makanan apa??
STAN ato lebih lengkapnya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara adalah sekolah tinggi kedinasan yg berdomisili di Bintaro Jaya, Sektor 5A, Tangerang, Banten. Sekolah yg sudah memiliki nama hampir di semua kalangan seantero Indonesia ini. Sekolah yg mungkin telah merasuk ke jiwa raga dan hati setiap insan di muka bumi ini *lebay ah*.
Sepertinya orang2 berlomba untuk bisa masuk ke kampus Ali Wardhana *sebutan lain STAN* ini. Bahkan tahun lalu ada 95ribu peserta USM yg saling berduel menunjukkan bahwa mereka layak masuk STAN. Tapi daya tampung yg terbatas memaksa STAN hanya bisa memilih ± 2500 pasang mata *emang nonton bioskop*. Dan sebagian besar dari mereka ato bahkan semuanya yg sudah diterima di STAN pasti akan merasa senang. Bahkan, ada yg sudah kuliah di universitas lain selama beberapa semester dan sudah menghabiskan banyak biaya rela melepaskan keperawanan statusnya di universitas tersebut dan masuk STAN. Walaupun mungkin ada sedikit dorongan dari orang tua mereka yg berobsesi anaknya bisa masuk STAN *so apa obsesimu??*. Agar mereka bisa dengan bangga jika ada orang bertanya, “jeng, anaknya sekolah dimana?”. Dan dengan bangga akan dijawab, “STAN, hebat kan”.
Tapi terlepas dari itu semua, sebagian besar mahasiswa baru mungkin akan kecewa saat pertama kali melihat, menimbang, dan memperhatikan *hush, apa ini*. Mungkin mereka akan berpikir, ini kampus ato toilet *maaf*. Bahkan toiletnya pun terkesan bukan toilet *hey, jangan ngomongin diri sendiri dong, mentang2 mukanya mirip toilet*. But, this fact. Bayangan mereka *termasuk saya* mungkin akan hancur mengenai STAN. Dari gedung2 yg tak terawat, ruang2 kelas yg tidak semua teraliri oleh listrik, toilet yg kurang terawat, AC yg tak berfungsi, bahkan sampai ada hewan peliharaan ikut perkuliahan. Dan bagi yg menginginkan akses internet di STAN, mungkin hanya akan gigit kaki *mending gigit roti aja*. Laboratorium komputer saja cuma satu. So, bagi kalian yg kuliah hanya menginginkan sebuah fasilitas terbaik, mending jangan masuk STAN dech.
Tapi saat ini, STAN sudah mulai tahu diri. STAN sudah mulai berbenah diri. Berawal dari sisi fisik, antara lain dengan pembangunan gedung baru di samping gedung P, kemudian renovasi gedung2 lama, pembuatan jalan2 dalam kampus, dsb mungkin akan menambah nilai lebih STAN dikemudian hari.
Akan tetapi, terlepas dari itu semua. Terlepas dari semua kekurangan2 tersebut. STAN adalah PTK yg akan selalu menelurkan output2 terbaik. Melahirkan bibit2 berbakat yg nantinya akan mengemban tugas mulia sebagai prajurit Pengawal Keuangan Negara. Sistem DO di STAN juga akan membuat STAN akan menghasilkan pemuda2 yg kompeten. Yg akan menjadi pendamping Menteri Keuangan untuk mengubah perekonomian Indonesia ke arah yg lebih baik. Ato bahkan lulusan2 STAN lah yg mungkin akan menggantikan menteri keuangan kelak. Yg akan selalu memerangi korupsi yg telah menjadi budaya di Indonesia ini.
STAN memang bukanlah segalanya. Kita tidak akan memperoleh apa yg kita inginkan ato apa yg kita idam2kan di STAN. Tapi, segalanya bisa berawal dari STAN. Dan STAN adalah permulaan dari semua ini. Kita telah ditunggu oleh negara untuk memberikan sebuah kontribusi membangun negara ini ke arah yg lebih baik. SO, IF WE ARE WALK TOGETHER NO ONE CAN’T STOP US. WE CAN DO IT *maaph ya kalo bahasa inggrisnya amburadul gak karuan*. Sing penting “Rawe rawe rantas, malang-malang putung”. Majulah STAN, negeri ini menantimu.
Dedicated for all STANer’s
Disusun dalam rangka mengikuti Blog Competition yg di adakan oleh BEM STAN







