STAN vs RAGUNAN
Kalian tau Kebun Binatang Ragunan kan?? Tempat yg asyik buat liburan bareng keluarga, melihat2 pemandangan eksotis, melihat sodara2 kita *kita??lo aja kali gue gak*. Tempat dimana hewan2 dilestarikan. Ragunan bisa memberikan kita pengetahuan tentang binatang. Tentang tingkah laku binatang. Dan masih banyak lagi tentang binatang.
Trus, apa hubungannya dengan STAN. Memang sekilas tidak ada hubungannya. Tapi sebenarnya semua ada hubungannya. Ragunan adalah tempat dimana tumbuh pohon2 yg menghijau sekaligus tempat para binatang berkumpul. Dan STAN pun mungkin begitu. STAN kini telah menyatu dengan alam. Itu terlihat dari gerakan penghijauan yg dilakukan oleh segenap warga STAN. Mulai dari penanaman tanaman rambat di samping jalan2 kampus, hingga penanaman pohon secara masal yg dipimpin oleh Ibu Menteri beberapa waktu lalu. Hal tersebut membuat STAN menjadi lebih hijau. Tetapi hal yg lebih berhubungan dengan judul di atas adalah sejak dulu STAN terkenal dengan hewan2nya yg berkeliaran disekitar kampus. Lebih tepatnya lagi adalah kambing. Sekali lagi kambing.
Kambing2 milik warga di sekitar kampus Ali Wardhana ini pun memiliki akses keluar masuk gedung perkuliahan dengan bebas. Sampai2 kambing2 tersebut pun ingin mengikuti kegiatan perkuliahan. Mungkin mereka berpikir “aku tidak boleh kalah dengan manusia, manusia aja bisa pinter masa’ gue enggak, malu donk gue sebagai bangsa kambing, lo’ pinter kan ntar nyari istri gampang” *ngasal mode=ON*. Sehingga kambing2 tersebut sangat mengganggu proses perkuliahan yg sedang berlangsung. Para mahasiswa pun merasa risi. Apalagi jika banyak kotoran kambing berserakan di areal kampus bahkan di dalam gedung.
Sungguh ironis memang, STAN yg notabene sebagai PTK favorit yg mampu menelurkan bibit2 berbakat di bidang keuangan. Yg akan menjadi PENGAWAL KEUANGAN NEGARA. Mahasiswanya harus kuliah bersama kambing. Berbagi tempat bersama kambing. Berbagi makan bersama kambing *kalo ada yg mau*.
Walaupun masalah tersebut telah didiskusikan bersama dengan warga sekitar, dan kambing2 tersebut di beri tempat di lapangan di sekitar MBM. Masih ada saja kambing yg nakal yg mengunjungi kampus. Mungkin mereka kangen sama suasana kampus.
Yah..itulah sedikit realita kampus Ali Wardhana yg sangat menyatu dengan alam. Saking menyatunya, hewan2 pun punya akses yg bebas untuk keluar masuk kampus. Lakukanlah sesuatu wahai Bapak Kusmanadji.
Dedicated for all STANer’s
Disusun dalam rangka mengikuti Blog Competition yg di adakan oleh BEM STAN
Januari 15, 2009 pada 10:46 am
:kaget: baru tau..
aneh ju9a seeh,kuk paDa diem ajah seeh mana9emennya..
mbok yao diusirin tuch kambin9na,
pasan9 9ede”SELAIN MANUSIA HEWAN DILARAN9 MASUK”
kan kambin9na uda serin9 kuliah pasti n9erti :ketawa:
maap ya de’..
ikut prihatin de’.. :terharu:
semo9a saja bisa se9era diatasi ya,nDa lucu ajah maoso kuliah baren9 kambin9,apa mu ikutin sikambin9 jantan.. :hehe:
kiddin9 de.. :senyum:
wi3nds catatan terakhir..~p0uR eNd..~